Sabtu , 28 Maret 2026

Ambliopia (Mata Malas)

Ambliopia (Mata Malas) – Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

 

Ambliopia adalah kondisi ketika penglihatan satu mata tidak berkembang secara normal selama masa kanak-kanak karena kurangnya penggunaan atau faktor lain yang menghalangi penglihatan normal. Hal ini dapat menyebabkan penglihatan kabur atau pergerakan tidak seimbang di mata yang terkena.

Kelainan pada mata yang disebut juga dengan mata malas ini berpotensi menyebabkan kehilangan penglihatan permanen di mata. Lantas, bagaimana cara mengobati ambliopia? Simak penjelasan selengkapnya dalam ulasan di bawah ini.

Apa itu Ambliopia?

Ambliopia atau mata malas adalah gangguan mata yang menyebabkan salah satu mata memiliki penglihatan buruk. Hal ini membuat penderitanya bisa melihat dengan normal melalui satu mata, sedangkan mata lainnya akan buram atau memburuk.

Ambliopia adalah gangguan pada mata yang perlu mendapatkan penanganan dengan segera. Jika dibiarkan dalam waktu lama, otak akan semakin terbiasa pada situasi tersebut dan mengabaikan penglihatan. Bahkan, kerja mata menjadi tidak terkontrol.

Penyebab Ambliopia

Ambliopia adalah kondisi yang terjadi ketika otot mata dan saraf otak tidak bekerja dengan baik. Tidak diketahui secara pasti apa yang menyebabkan hal tersebut terjadi. Namun, ada dugaan bahwa ambliopia dapat berkembang ketika seseorang mengidap penglihatan abnormal.

Beberapa gangguan penglihatan yang dapat memicu terjadinya kondisi ambliopia adalah sebagai berikut:

  • Gangguan refraksi, yaitu perbedaan ketajaman penglihatan mata, seperti astigmatisme, rabun dekat, dan rabun jauh. Pada kondisi ini, otak akan mengandalkan mata dengan penglihatan yang jelas, sementara sisi mata lainnya tidak digunakan secara maksimal, sehingga terjadilah ambliopia.
  • Mata juling (strabismus), terjadi karena ketidakseimbangan otot dalam memosisikan mata. Kondisi ini ditandai dengan penglihatan ganda. Untuk menghindari penglihatan ganda, otak akan mengabaikan sinyal visual dari mata yang tidak selaras, sehingga terjadi penurunan penglihatan pada sisi mata tersebut.
  • Katarak (keruh pada lensa), kondisi ini dapat menghalangi penglihatan, bahkan dapat menyebabkan penglihatan hilang secara permanen.

Gejala Ambliopia

Salah satu gejala umum ambliopia adalah kesulitan untuk memprediksi seberapa dekat atau jauh objek yang sedang dilihat. Selain itu, beberapa gejala lain yang dialami oleh pengidap mata malas adalah sebagai berikut:

  • Menutup sebelah mata untuk bisa melihat objek dengan jelas.
  • Memicingkan mata.
  • Mata terlihat tidak selaras (juling).
  • Memiringkan mata ketika melihat sesuatu.

Diagnosis Ambliopia

Ambliopia atau mata malas adalah kondisi yang biasanya terdeteksi ketika penderitanya sedang menjalani pemeriksaan mata rutin. Beberapa metode yang dilakukan dokter untuk mendiagnosis ambliopia adalah:

  • Menggunakan obat tetes mata untuk membuat pupil lebih lebar.
  • Mendeteksi katarak menggunakan alat pembesar yang dilengkapi sinar.
  • Menutup satu mata pasien untuk memeriksa apakah mata dapat mengikuti pergerakan objek.
  • Memeriksa apakah ada visus mata menggunakan huruf atau gambar untuk mengukur ketajaman penglihatan.

Pengobatan Ambliopia

Pengobatan ambliopia perlu dilakukan sedini mungkin. Pasalnya, semakin cepat dilakukan penanganan, maka peluang keberhasilannya akan semakin tinggi. Beberapa pilihan pengobatan ambliopia adalah:

  • Obat tetes mata (metode pengaburan mata), pengobatan ini ditujukan untuk pasien ambliopia ringan hingga sedang. Obat ini bertujuan melatih penglihatan mata yang lemah dengan mengaburkan mata yang lebih kuat. Dengan begitu, otak akan dipaksa mengenali objek dengan mata yang lebih lemah.
  • Kacamata atau lensa kontak, pengobatan ini biasanya ditujukan untuk mata malas yang disebabkan oleh rabun jauh, dekat, atau astigmatisme.
  • Penutup mata, perawatan ini dilakukan dengan menutup mata yang normal untuk merangsang mata yang lemah. Penutup mata ini bisa digunakan selama 2–6 jam sehari.
  • Operasi, tindakan ini biasanya dilakukan untuk mata malas yang disebabkan oleh katarak atau ptosis (kelopak mata turun).

 

Komplikasi Ambliopia

Ambliopia adalah kondisi yang terjadi akibat perubahan jalur saraf antara otak dan mata, sehingga kemampuan penglihatan menurun. Apabila otak dibiarkan tidak mendapatkan rangsangan dalam waktu lama, maka saraf pada mata malas akan mengalami penurunan fungsi, kerusakan, dan berakhir menjadi kebutaan permanen.

Pencegahan Ambliopia

Ambliopia dapat dicegah melalui perubahan gaya hidup, seperti:

  • Melakukan pemeriksaan mata lengkap secara rutin.
  • Mendeteksi dan melakukan perawatan dini pada strabismus, katarak, astigmatisme, dan masalah penglihatan lainnya.

Itulah penjelasan mengenai mata malas atau ambliopia yang perlu diwaspadai, khususnya pada anak-anak. Pasalnya, anak-anak memiliki risiko lebih tinggi terhadap ambliopia. Untuk menghindari hal ini, Anda dapat melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan mata secara rutin ke dokter.

 

About ners_umkudus_12102018

Check Also

jadwal ners 2-7 maret 2026

hasil try out ukom

Laporan_Peserta_PFN_TO_07_Feb_2026_Universitas_Muhammadiyah_Kudus