Bagaimana Cara Agar Anak Cerdas?
Setiap orang tua ingin mempunyai anak yang cerdas dan sehat. Banyak orang tua yang mencari cara agar anak cerdas. Memberikan gizi yang optimal adalah salah satu caranya. Namun sebenarnya apa saja faktor yang mempengaruhi kecerdasan anak?
Cara Agar Anak Cerdas: Gizi Yang Baik
Secara umum, lanjutnya, ada dua faktor yang mempengaruhi kecerdasan anak secara umum yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal merupakan faktor genetika, sedangkan faktor eksternal yang merupakan lingkungan meliputi nutrisi, stimulasi, aktivitas fisik, dan upaya penjagaan kesehatan. “Itulah mengapa ada anak yang mungkin gizinya kurang baik namun tetap cerdas,” namun faktor internal yaitu faktor genetik memiliki kontribusi yang relatif kecil yaitu hanya sekitar 5 persen. Sedangkan faktor eksternal yang berperan besar yaitu sekitar 95 persen. “Jadi bukannya mustahil kalau orang tuanya kurang cerdas, namun anaknya bisa cerdas,” ungkapnya.
Cara Agar Anak Cerdas: Konsumsi ASI
Air susu ibu (ASI) adalah salah satu pilihan terbaik yang merupakan makanan utama saat bayi terlahir. Proses kecerdasan anak memang berlangsung semenjak masih di dalam kandungan ibunya, inilah sebabnnya penting mengonsumsi nutrisi yang cukup selama masa kehamilan.
Saat bayi lahir, makanan utama yang dikonsumsi tentunya adalah ASI. manfaat ASI ada beberapa, di antaranya adalah ASI memperkuat sisitem kekebalan tubuh. Komponen utama pembangun sistem kekebalan tubuh pada ASI adalah prebiotik.
Selanjutnya bayi yang secara rutin mengkonsumsi hanya ASI secara tidak langsung akan menurunkan terjadinya risiko alergi. “Dugaan bahwa susu formula akan menimbulkan alergi sangat besar. Inilah sebabnya akan lebih baik jika bayi mengkonsumsi ASI secara eksklusif,”.
Selanjutnya ASI juga dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit pada saluran cerna seperti diare. ASI juga dapat meningkatkan kekebalan pada sistem pencernaan. Sedangkan gangguan lain yang mungkin dialami bayi yang tidak mengkonsumsi ASI adalah risiko gangguan pernapasan, sperti flu dan batuk.
Bayi yang diberikan ASI akan menjadi lebih kuat. Menyusui juga menurunkan terjadinya resiko obesitas saat bayi tumbuh besar kelak. “Bahkan menurut hasil penelitian, menyusui telah terbukti dapat menurunkan resiko kanker payudara, kanker ovarium, dan osteoporosis pada ibu yang menyusui,”
Prodi Profesi Ners UMKU Universitas Muhammadiyah Kudus