Sabtu , 28 Maret 2026

ISPA – GEJALA, PENYEBAB, PENGOBATAN DAN PENCEGAHANNYA

ISPA – GEJALA, PENYEBAB, PENGOBATAN DAN PENCEGAHANNYA

 

Apa kepanjangan dari ISPA? Bagi Anda yang masih bertanya-tanya, ISPA adalah kepanjangan dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut, yakni infeksi yang menyerang saluran pernapasan. Beberapa contoh ISPA adalah flu biasa, influenza, sinus, dan radang tenggorokan.

ISPA bisa menjangkit siapa saja mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, terutama mereka dengan kondisi tubuh yang kurang fit. Jadi, mari baca artikel ini sampai habis untuk mengenal lebih dalam apa itu ISPA dan upaya pencegahannya sejak dini!

Apa itu ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut)?

Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA adalah infeksi yang menyerang saluran pernapasan, baik saluran atas maupun bawah. Kondisi ini dapat terjadi pada beberapa organ pernapasan seperti sinus, faring, laring hingga hidung.

ISPA adalah salah satu penyakit menular dan rentan mengenai anak-anak, di mana imunitas mereka memang masih dalam perkembangan.

Selain itu, kondisi ini juga banyak terjadi pada lansia, yang biasanya telah mengalami penurunan kekebalan tubuh.

 

Contoh ISPA yang paling umum adalah flu biasa dan influenza. Perlu Anda ketahui juga bahwa COVID19 termasuk dalam golongan ISPA karena virus yang masuk dalam tubuh langsung menyerang organ pernapasan.

Adapun beberapa penyakit lain yang tergolong dalam ISPA adalah sebagai berikut:

 

  • Sinusitis
  • Batuk pilek
  • Pneumonia
  • Radang tenggorokan akut (faringitis)
  • Covid 19
  • Laringitis akut

 

Penyebab ISPA

Apa penyebab penyakit ISPA? Kondisi ini disebabkan oleh adanya infeksi virus atau bakteri pada saluran pernapasan.

Baik pernapasan atas maupun bawah dapat terserang infeksi, namun paling sering terjadi pada bagian pernapasan atas.

Beberapa jenis virus yang dapat menyebabkan orang terkena ISPA adalah sebagai berikut:

  • Rhinovirus (dapat menyebabkan flu)
  • Pneumokokus (menyebabkan pneumonia dan meningitis)
  • Adenovirus (dapat menyebabkan bronkitis, pneumonia dan flu)
  • Virus Influenza (dapat menyebabkan flu)
  • Virus Corona (menyebabkan penyakit covid19)

 

Sementara, bakteri yang dapat menyebabkan ISPA adalah sebagai berikut:

  • Streptococcus
  • Haemophilus
  • Staphylococcus aureus
  • Klebsiella pneumoniae
  • Mycoplasma pneumoniae
  • Chlamydia

 

Untuk penularan ISPA sendiri dapat terjadi melalui kontak dengan percikan air liur orang yang terinfeksi, bisa lewat penyebaran udara ataupun sentuhan dengan benda yang terkontaminasi virus atau bakteri penyebab ISPA.

Gejala ISPA

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dapat menimbulkan berbagai gejala, sehingga cara pasti untuk mendiagnosisnya adalah dengan memeriksakan diri ke dokter.

Namun, ada beberapa gejala umum yang biasanya dirasakan oleh pengidap ISPA, berikut di antaranya:

  • Batuk
  • Demam
  • Nyeri kepala
  • Hidung tersumbat
  • Nyeri tenggorokan atau nyeri telan
  • Timbul gejala sinusitis (hidung beringus, demam dan wajah terasa nyeri)
  • Kekurangan oksigen sehingga menyebabkan warna kulit menjadi kebiruan
  • Kesulitan untuk bernapas

Diagnosis ISPA

Diagnosis ISPA dapat dilakukan melalui pemeriksaan dokter. Seperti pemeriksaan pada umumnya, diagnosis akan dimulai dengan anamnesis berupa pertanyaan seputar riwayat kesehatan serta gejala yang dialami pasien.

Kemudian, dokter akan melanjutkan pada pemeriksaan fisik, meliputi telinga, hidung dan tenggorokan untuk mengetahui adanya infeksi.

Selain itu, dokter juga melakukan pemeriksaan dengan stetoskop untuk mengecek apakah ada penumpukan cairan atau peradangan pada organ paru-paru.

Apabila pasien mengalami gejala sesak napas, maka akan dilakukan pemeriksaan kadar (saturasi) oksigen.

Apabila diperlukan, dokter dapat melakukan pemeriksaan penunjang melalui beberapa tes berikut ini:

  • Tes laboratorium menggunakan sampel dahak pasien
  • Melakukan tes darah
  • Melakukan rontgen dada atau bahkan CT scan dengan tujuan meninjau lebih jauh kondisi paru-paru pasien

Faktor Risiko ISPA

ISPA adalah kondisi yang bisa terjadi pada siapa saja, terlebih lagi kondisi ini termasuk dalam penyakit yang mudah menular. Namun, beberapa orang dengan beberapa kondisi tertentu dapat meningkatkan risiko terjadinya ISPA, di antaranya yaitu:

  • Orang yang memiliki sistem kekebalan lemah, terutama anak-anak
  • Bayi yang berada di tempat ramai
  • Pengidap penyakit paru obstruktif kronik, asma dan gagal jantung
  • Orang yang memiliki sistem imun rendah seperti pengidap HIV/AIDS, leukemia atau pasca transplantasi organ
  • Anak yang dari lahir memiliki riwayat penyakit jantung bawaan atau paru-paru

Cara Penanganan ISPA

ISPA yang disebabkan oleh virus biasanya akan sembuh dalam waktu 1-2 minggu, sehingga tidak diperlukan pengobatan yang intensif, kecuali dokter menemukan indikasi penyakit berbahaya.

Beberapa penanganan yang biasa dilakukan pada pasien pengidap ISPA adalah:

  • Mengonsumsi obat pereda demam dan nyeri pada tubuh
  • Mengonsumsi obat batuk
  • Mengonsumsi obat untuk peradangan atau pembengkakan saluran pernapasan
  • Istirahat dengan cukup serta memperbanyak minum air putih
  • Minum lemon hangat atau madu untuk meredakan batuk
  • Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi untuk melancarkan pernapasan

Cara-cara di atas cukup untuk menangani ISPA ringan, namun apabila gejala yang dirasakan tidak kunjung membaik bahkan setelah ditangani dengan obat-obatan, maka sebaiknya Anda mengunjungi dokter untuk melakukan pemeriksaan.

Cara Mencegah ISPA

Keberadaan virus atau bakteri memang tidak bisa kita tebak. Meski begitu, ada beberapa cara yang dapat Anda terapkan agar terhindar dari ISPA, berikut di antaranya:

  • Seringlah mencuci tangan dengan bersih, terlebih setelah beraktivitas di tempat umum
  • Menghindari kebiasaan merokok
  • Meminimalisir sentuhan tangan pada wajah, terutama bagian mulut dan hidung
  • Banyak mengonsumsi makanan yang mengandung serat
  • Mengonsumsi vitamin untuk menambah kekebalan tubuh
  • Olahraga secara teratur, minimal 150 menit per minggu (untuk olahraga ringan)

Demikian informasi tentang apa itu ISPA atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut yang perlu diketahui.

Apabila Anda tengah mengalami gejala ISPA seperti di atas dan tak kunjung membaik, segera konsultasikan dengan dokter untuk memperoleh penanganan yang tepat.

 

About ners_umkudus_12102018

Check Also

munajatku

بسم الله الرحمن الرحيم أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ الَّذِيْ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ …

info sehat

Info Sehat Diabetes dan kolesterol sering berjalan bersama dan saling memengaruhi. Gula darah yang tidak …