Sabtu , 28 Mei 2022
iden

MENGENAL PENYAKIT TUBERKULOSIS

MENGENAL PENYAKIT TUBERKULOSIS

Ditulis Oleh:
TRI S UMKU

Apakah tuberkulosis itu?

​Tuberkulosis adalah suatu penyakit menular yang diakibatkan oleh kuman dari kelompok Mycobacterium yaitu Mycobacterium tuberculosis. Terdapat beberapa jenis spesies Mycobacterium antara lain Mycobacterium tuberculosis, Mycobacterium apricanum, Mycobacterium bovis, Mycobacterium leprae, dsb. Yang juga dikenal sebagai Bakteri Tahan Asam ( BTA ).
Tuberkulosis (TBC) termasuk dalam 10 besar penyakit yang menyebabkan kematian di dunia. Data WHO menunjukan bahwa pada tahun 2015, Indonesia termasuk dalam 6 besar Negara dengan kasus TB terbanyak.

Bagaimanakah penularan TBC?

Mycobacterium tuberculosis berbentuk batang dengan panjang 1 – 10 mikron. Bersifat tahan asam dalam pewarnaan Ziehl Neelse. Tahan terhadap suhu rendah sehingga dapat bertahan hidup dalam jangka waktu lama pada suhu antara 40C  sampai -700C. Kuman sangat peka terhadap panas sinar matahari dan sinar UV. Paparan langsung terhadap sinar UV sebagian besar kuman akan mati dalam waktu beberapa menit. Dalam dahak antara suhu 30 – 370C akan mati dalam waktu lebih kurang satu minggu. Kuman dapat bersifat dormant ( tidur atau tidak berkembang ).
Kuman ini dapat mengenai hampir semua organ tubuh dengan lokasi terbanyak di paru yang biasanya merupakan lokasi infeksi  primer. Kuman Mycobacterium tuberculosis menyebar melalui udara dari satu orang yang terinfeksi dengan cara batuk bahkan berbicara. Ketika seseorang terinfeksik kuman Mycobacterium tuberculosis di bagian organ paru-paru, kuman tersebut dapat menetap dan berkembang biak bahkan dapat berpindah melalui darah ke bagian tubuh lainnya seperti ginjal, tulang belakang dan otak.

Bagaimanakah gejala dan faktor resiko TBC?

Gejala yang diakibatkan oleh penyakit Tuberkulosis dimana kuman dapat tumbuh dan berkembang di organ paru-paru ( Pulmonary Tuberculosis ) seperti :

  • batuk selama 3 minggu atau lebih
  • nyeri dada
  • batuk disertai darah atau dahak
  • berat badan menurun
  • nafsu makan berkurang
  • demam
  • keringat di malam hari

Faktor resiko dari penyakit Tuberkulosis antara lain :

  • Konsentrasi / jumlah kuman yang terhirup
  • Lamanya waktu sejak terinfeksi
  • Usia seseorang yang terinfeksi
  • Tingkat daya tahan tubuh seseorang. Seseorang dengan daya tahan tubuh yang rendah diantaranya infeksi HIV/AIDS dan malnutrisi ( gizi buruk ) akan memudahkan berkembangnya TB aktif.

Bagaimanakah proses diagnosa TBC?

​Tuberkulosis merupakan penyakit yang sulit untuk terdeteksi. Dokter biasanya menggunakan beberapa cara untuk mendiagnosa penyakit ini, antara lain :
Rontgen dada
Foto thorak PA tampak gambaran bercak-bercak seperti awan dengan batas tidak jelas; pada kavitas berupa cincin; pada kalsifikasi tampak bercak padat dengan densitas tinggi
Tes Mantoux
Tes ini dikatakan positif jika indurasi lebih dari 10 – 15 mm
Tes darah
Lekosit sedikit meninggi, LED meningkat
Tes dahak
BTA dilakukan untuk memperkuat diagnosa TB aktif dan memperkirakan tingkat infeksinya. Pada BTA positif ditemukan sekurang-kurangnya 3 batang kuman dalam satu sediaan, dengan kata lain 5.000 kuman dalam 1 ml sputum

Pemeriksaan khusus untuk melihat kerusakan bronkus dan paru
Tes serologi
ELISA, Mycodot, untuk mendeteksi antibody IgG specific terhadap basil TB
Pemeriksaan PA
Pemeriksaan biopsi pada kelenjar getah bening superficial leher, yang biasanya didapatkan hasil limfadenitis pada klien TB.

Cara pengambilan bahan sputum :
Pada saat berdahak aerosol/percikan dapat menulari orang yang ada disekitarnya, karena itu tempat berdahak harus berada ditempat yang jauh dari kerumunan orang, misalnya di ruang terbuka atau ruang khusus pengambilan sampel sputum.

  • Kumur-kumur dengan air bersih sebelum mengeluarkan dahak
  • Bila memakai gigi palsu, lepaskan sebelum berkumur
  • Buka tutup pot, dekatkan ke mulut, berdahak dengan kuat dan ludahkan ke dalam pot dahak
  • Tutup pot yang berisi dahak dengan rapat
  • Pasien harus mencuci tangan dengan air dan sabun antiseptik

Waktu Pengambilan sampel sputum memerlukan 2 contoh uji dahak, terdiri dari:

  • S (Sewaktu): Dahak dikumpulkan saat datang pada kunjungan pertama ke laboratorium
  • P (Pagi): Dahak dikumpulkan pagi segera setelah bangun tidur pada hari ke-2, dibawa langsung oleh pasien ke laboratorium. Diperbolehkan untuk pasien mengumpulkan dua dahak Sewaktu pada hari yang sama untuk menghindari kemungkinan hilangnya pasien jika datang keesokan harinya. Jarak pengambilan dahak minimal 1(satu) jam dan dahak yang dikumpulkan harus berkualitas.

Bagaimanakah pengobatan dan pencegahan TBC?

Penyakit yang tergolong serius ini dapat disembuhkan jika diobati dengan benar. Langkah pengobatn yang dibutuhkan adalah dengan mengonsumsi beberapa jenis antibiotik dalam jangka waktu tertentu. Obat yang digunakan untuk TBC digolongkan atas dua kelompok yaitu obat primer dan sekunder. Obat primer untuk TB adalah isoniazid(INH), rimfapisis, Etambutol, Steptomisin, dan Pirazinamid. Selain itu ada pula obat sekunder untuk TB yaitu Exionamid, Paraaminosalisilat, Sikloserin, Amikasin, Kapreomisin, dan Kanamisin. Penggunaan obat – obat primer dan sekunder tergantung dari tingkat keparahan Tb yang diderita.
Sejumlah efek samping lain dari obat – obatan TB meliputi mual, muntah, penurunan nafsu makan, sakit kuning, urine yang berwarna gelap, demam, ruam serta gatal – gatal pada kulit. Masa penyembuhan TB berbeda – beda pada tiap pengidap dan tergantung pada kondisi kesehatan pengidap serta tingkat keparahn TB yang dialami.
Langkah utama untuk mencegah tuberkulosis adalah dengan menerima imunisasi BCG (Bacillus Calmette-Guerin). Di Indonesia, vaksin ini termasuk daftar imunisasi wajib dan diberikan sebelum bayi berusia 2 bulan.

Berikut ada beberapa cara agar orang sehat tidak tertular penyakit TB, yaitu :

  • Usahakan penderita TB tidak membuang ludah, batuk, dan bersin di sembarang tempat. Ada baiknya dilakukan di tempat yang terkena sinar matahari langsung.
  • Menghindari kontak bicara pada jarak yang dekat dengan penderita TB.
  • Senantiasa menggunakan masker saat berada di tempat ramai jika berinteraksi dengan pengidap TB
  • Mencuci tangan secara teratur.

Jika TBC tidak diobati, apakah bahaya komplikasinya?

Apabila tidak diobati, bakteri TB dapat menyebar ke bagian tubuh lain dan berpotensi mengancam jiwa pengidapnya. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi adalah:

  • Nyeri tulang punggung
  • Meningitis
  • Kerusakan sendi
  • Gangguan hati, ginjal, atau jantung

 

About ners_umkudus_12102018

Check Also

TANDA BAHAYA KEHAMILAN

TANDA BAHAYA KEHAMILAN   Disusun oleh: tri s_UMKU Apakah yang dimaksud tanda bahaya kehamilan? Tanda …

SERAH TERIMA PARAKTEK NERS STASE KOMUNITAS

serah terima praktek stase ners prodi ners fakultas keperawatan. bertempat di desa newung kecamatan sukodono …