Sabtu , 28 Mei 2022
iden

TANDA BAHAYA KEHAMILAN

TANDA BAHAYA KEHAMILAN

 

Disusun oleh:
tri s_UMKU

Apakah yang dimaksud tanda bahaya kehamilan?

Tanda bahaya dalam kehamilan merupakan gejala yang menunjukkan ibu atau bayi yang dikandungnya berada dalam kondisi bahaya. Gejala atau gangguan tersebut dapat terjadi secara mendadak, tanpa menunjukan adanya gejala sebelumnya.

Macam-macam tanda bahaya kehamilan

  1. Perdarahan pervaginam
Pada masa awal kehamilan, ibu mungkin akan mengalami perdarahan yang sedikit atau spotting. Hal ini normal terjadi. Pada awal kehamilan trimester I, perdarahan yang tidak normal adalah perdarahan yang berwarna merah, perdarahan yang banyak, atau perdarahan dengan nyeri. Perdarahan ini dapat berarti abortus, kehamilan mola atau kehamilan ektopik
  1. Sakit kepala yang hebat
Sakit kepala yang terjadi dalam 12 minggu terakhir sebelum kelahiran berpusat disekitar kening dan atas mata. Sakit kepala yang menunjukkan masalah yang serius adalah sakit kepala yang menetap dan tidak hilang dengan beristirahat, sakit kepala dapat bertahan lebih dari 2-3 jam.

​3. Masalah penglihatan

​Dikatakan masalah bila penglihatan tiba-tiba kabur dan berbayang, gangguan penglihatan seperti penglihatan ganda, seperti melihat titik-titik atau cahaya, hal ini merupakan gejala dari preeklamsi atau toksemia yang harus segera dilaporkan pada petugas kesehatan.
  1. Bengkak pada daerah muka dan tangan

Hampir setengah dari wanita hamil akan mengalami bengkak tungkai bawah pada usia kehamilan 6 bulan ke atas. Keadaan bengkak ini dapat dikatakan normal, dan dapat hilang dengan sendirinya setelah beristirahat dengan meninggikan kaki. Akan tetapi, bengkak dapat menunjukkan  masalah serius jika muncul pada muka dan tangan, tidak hilang setelah beristirahat, dan disertai dengan keluhan fisik yang lain dan bertahan lebih dari 24 jam. Bila dibiarkan, keadaan ini dapat membahayakan ibu dan janin.

​5. Nyeri perut yang hebat

Nyeri perut yang hebat dapat terjadi berupa kejang perut atau nyeri tajam dan menusuk serta disertai rasa hendak pingsan. Gejala ini merupakan gejala dari preeklamsi yang sewaktu waktu dapat menjadi eklamsi dan dapat membahayakan keselamatan ibu dan bayinya.
  1. Gerakan bayi tidak seperti biasanya
Ibu mulai merasakan gerakan bayinya pada minggu ke-18 sampai ke-20 dalam kehamilan pertama atau 2 minggu lebih cepat pada kehamilan ke dua. Jika ibu tidak merasakan gerakan janin selama 12 jam atau  sesudah kehamilan 22 minggu, jika ditemukan hal ini pada ibu hamil, dianjurkan agar ibu cepat ke fasilitas kesehatan

Tanda – tanda bahaya lainnya

  1. Hiperemesis Gravidarum

Kondisi ini terjadi jika ibu hamil mengalami kondisi muntah yang berlebihan dalam kehamilan 1-4 bulan. Muntah dapat terjadi tidak hanya pada pagi hari ataupun setiap makan atau minum. Jika dirasa kondisi muntah berlebih tersebut sudah sampai dalam tahap mengganggu kualitas hidup, sebaiknya segera periksakan kondisi ke fasilitas kesehatan terdekat.

  1. Preeklamsi dan Eklamsi
Preeklamsi adalah penyulit kehamilan yang ditimbulkan  oleh kehamilan itu sendiri. Preeklamsi yang masih ringan hanya menunjukkan gejala hipertensi Preeklamsi berat dapat diketahui dengan adanya kenaikan tekanan darah, gangguan penglihatan, dan nyeri epigastrium. Eklamsi dapat diketahui dengan adanya tanda dan gejala, seperti preeklamsi berat disertai adanya kejang
  1. Ketuban Pecah Dini

Ketuban pecah dini dapat diketahui dengan adanya hal-hal sebagai berikut:

  • Keluarnya cairan berupa air dari vagina setelah kehamilan 22 minggu. Ketuban dinyatakan pecah dini jika terjadi sebelum proses persalinan    berlangsung
  • Pecahnya selaput ketuban dapat terjadi pada kehamilan preterm sebelum kehamilan 37 minggu maupun kehamilan aterm.
  1. Mola Hidatidosa
Dengan penyebab yang tidak kita ketahui, kehamilan berkembang secara abnormal dan uterus terisi oleh gelembung-gelembung mirip buah anggur. Uterus pada kehamilan mola berukuran lebih besar daripada ukuran untuk usia kehamilan normal. Jantung janin tidak terdengar dan bagian-bagian tubuh janin tidak teraba. Pada keadaan ini bisa ditemukan perdarahan per vaginam yang sedikit dan berwarna gelap
  1. Kehamilan Ektopik
 

 

Kehamilan ini jarang dapat berlanjut lebih lama dari 6-10 minggu karena lokasi tidak sesuai bagi pertumbuhan plasenta dan tidak adanya tempat yang cukup untuk menampung kehamilan yang berkembang. Tanda dan gejala adalah amenore, perubahan dini pada payudara, pembesaran uterus, kehamilan positif, Akibat yang ditimbukan yaitu rasa nyeri pada abdomen bagian bawah.

“Selamatkan Ibu dan Janin Dengan Mengenali Tanda Bahaya Kehamilan”

 

 

Referensi
Salmah, et al. (2006). Asuhan Kebidanan Antenatal . Jakarta : EGC.
Mansjoer, arief. (2001). Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta : Media acsculaplus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
Farrer, Hellen. (2001). Perawatan Maternitas. Jakarta : EGC
Prawirohardjo, Sarwono. (2002). Ilmu Kebidanan. Jakarta : YBP-SP
Tiran, Denise. (2007). Mengatasi Mual-Mual dan Gangguan Lain Selama Kehamilan. Jakarta : Diglosia
Musbikin, Imam. (2005). Panduan Bagi Ibu Hamil dan Melahirkan. Yogyakarta : Mitra Pustaka

About ners_umkudus_12102018

Check Also

SERAH TERIMA PARAKTEK NERS STASE KOMUNITAS

serah terima praktek stase ners prodi ners fakultas keperawatan. bertempat di desa newung kecamatan sukodono …

SERAH TERIMA PRAKTEK STASE KOMUNITAS PRODI NERS

serah terima mahasiswa praktek stase komunitas prodi ners universitas muhammadiyah kudus. praktek mulai tanggal 28 …