Sabtu , 28 Maret 2026

Rheumatoid Arthritis

Rheumatoid Arthritis – Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

 

 

Rheumatoid arthritis adalah penyakit autoimun yang memengaruhi sendi dan jaringan ikat pada tubuh. Pada kondisi ini, sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuh sendiri, terutama di sendi, menyebabkan peradangan dan kerusakan sendi serta jaringan ikat di sekitarnya.

Kondisi ini umumnya ditandai dengan munculnya rasa nyeri, kaku, dan pembengkakan pada sendi, khususnya di tangan dan kaki. Penyakit rheumatoid arthritis juga dapat memengaruhi organ tubuh lainnya seperti mata, paru-paru, dan jantung.

Mari simak informasi selengkapnya mengenai penyebab, gejala, dan pengobatan rheumatoid arthritis di bawah ini.

Apa itu Rheumatoid Arthritis?

Rheumatoid arthritis adalah peradangan pada sendi yang terjadi akibat gangguan autoimun, di mana sistem imun tubuh justru menyerang jaringan tubuh yang sehat. Kondisi ini juga dikenal dengan istilah penyakit rematik.

Rheumatoid arthritis adalah kondisi yang berdampak pada lapisan sendi (sinovium) dan dapat menyebabkan rasa nyeri hebat, pembengkakan, dan kekakuan pada persendian. Bahkan, peradangan sendi ini bisa menimbulkan kelainan bentuk sendi dan erosi tulang.

Kondisi ini dapat terjadi pada bagian sendi mana pun, namun lebih sering menyerang area kaki, lutut, dan pergelangan tangan. Meski jarang terjadi, rheumatoid arthritis bahkan bisa memengaruhi organ tubuh lainnya, seperti mata, jantung, paru-paru, saraf, pembuluh darah, dan kulit.

Umumnya, rheumatoid arthritis adalah kondisi yang terjadi pada lansia. Namun, tak menutup kemungkinan bahwa kondisi ini juga bisa dialami oleh anak-anak, remaja, atau orang dewasa muda. Selain itu, wanita diketahui memiliki risiko lebih tinggi mengalami rheumatoid arthritis.

Penyebab Rheumatoid Arthritis

 

Rheumatoid arthritis adalah salah satu jenis penyakit autoimun. Artinya, kondisi ini terjadi karena sistem imun menyerang jaringan tubuh yang sehat, tepatnya membran yang mengelilingi sendi (sinovium), sehingga tulang rawan dan tulang dengan sendi akan mengalami kerusakan.

Selain itu, otot tendon dan ligamen yang menyangga sendi juga ikut melemah dan menjadi lebih renggang. Akibatnya, sendi akan kehilangan bentuk dan konturnya secara perlahan. Namun, hingga kini belum diketahui secara pasti apa penyebab serangan sistem imun tersebut.

Faktor Risiko Rheumatoid Arthritis

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya rheumatoid arthritis adalah sebagai berikut:

  • Berusia di rentang 40–60 tahun.
  • Berjenis kelamin wanita.
  • Menderita obesitas.
  • Mengalami infeksi virus/bakteri.
  • Memiliki kebiasaan merokok.
  • Memiliki keluarga dengan riwayat rheumatoid arthritis.

Gejala Rheumatoid Arthritis

Gejala rheumatoid arthritis berbeda-beda, tergantung dari tingkat keparahannya. Gejala tersebut juga bisa terjadi secara tak menentu, muncul dan hilang. Namun, sejumlah gejala umum rheumatoid arthritis adalah sebagai berikut:

  • Kelelahan.
  • Demam.
  • Nyeri pada persendian.
  • Pembengkakan pada sendi.
  • Sendi terasa lunak.
  • Kekakuan pada sendi.
  • Hilangnya nafsu makan dan penurunan berat badan.

Sementara itu, sejumlah gejala yang menyertai rheumatoid arthritis pada bagian tubuh lainnya adalah:

  • Nyeri dan kesulitan bernapas, jika menyerang paru dan pleura (selaput pembungkus paru).
  • Sesak napas dan lemas akibat menurunnya tekanan darah, jika menyerang selaput pembungkus jantung (perikardium).
  • Mata merah, nyeri, dan penglihatan menurun, jika menyerang sklera (lapisan putih mata).

Diagnosis Rheumatoid Arthritis

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis terkait gejala dan riwayat kesehatan pasien. Dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik untuk memeriksa pembengkakan, kemerahan, rasa hangat saat disentuh, nyeri pada sendi, serta refleks dan kekuatan otot.

 

Kemudian, dokter biasanya meminta pasien untuk menjalani serangkaian tes penunjang, seperti:

  • Tes darah, untuk mengetahui kadar ESR (erythrocyte sedimentation rate) dan CRP (C-reactive protein) yang menjadi penanda adanya peradangan pada tubuh. Selain itu, dilakukan tes rheumatoid factor untuk melihat kadar zat penanda rheumatoid arthritis.
  • Tes pencitraan dengan rontgen, MRI, dan USG, untuk memeriksa perkembangan penyakit.

Komplikasi Rheumatoid Arthritis

Beberapa komplikasi yang bisa terjadi akibat penyakit rheumatoid arthritis adalah sebagai berikut:

  • Rheumatoid nodules: Benjolan keras di bawah kulit.
  • Osteoporosis: Suatu kondisi yang menyebabkan lapisan tulang menipis dan mudah patah.
  • Infeksi: Rheumatoid arthritis dan pengobatannya berisiko meningkatkan terjadinya infeksi.
  • Sindrom Sjogren: Kelainan yang menyebabkan kelembapan di mata dan mulut menurun, sehingga menjadi kering.
  • Masalah jantung: Kondisi ini berpotensi menyebabkan penyumbatan dan pengerasan pembuluh darah arteri dan peradangan pada kantung pembungkus jantung.
  • Limfoma: Jenis kanker yang menyerang sistem limfatik.

Pengobatan Rheumatoid Arthritis

Tujuan dari pengobatan rheumatoid arthritis adalah mengurangi peradangan pada sendi dan menenangkan sistem kekebalan tubuh agar berhenti menyerang jaringan tubuhnya sendiri. Sejumlah obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi rheumatoid arthritis di antaranya:

  • Steroid: Berfungsi menekan sistem imun tubuh agar tak menyerang tubuh secara terus-menerus.
  • Non-steroidal antiinflamatory drugs (NSAID): Bertujuan mengurangi nyeri dan pembengkakan pada sendi.
  • Imunosupresan: Bertujuan untuk melemahkan sistem kekebalan tubuh agar berhenti menyerang sendi.

Selain pemberian obat-obatan, biasanya dokter juga menyarankan pasien untuk menjalani tindakan medis, seperti:

  • Fisioterapi, untuk menjaga kelenturan sendi dan membantu pasien lebih mudah menjalani aktivitas sehari-hari.
  • Operasi, tindakan ini dilakukan jika fisioterapi belum efektif dalam mengatasi rheumatoid arthritis. Beberapa jenis operasi yang dilakukan adalah sinovektomi (pengangkatan pembungkus sendi), reparasi tendon, penggantian sendi total, dan fusi sendi (menstabilkan dan menyambung kembali sendi).

Cara Mencegah Penyakit Rheumatoid Arthritis

Hingga saat ini, belum ada cara khusus yang bisa dilakukan untuk mencegah rheumatoid arthritis. Namun, beberapa upaya yang dapat mengurangi risiko terjadinya rheumatoid arthritis adalah:

 

  • Menghentikan kebiasaan merokok.
  • Rutin berolahraga.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Menghindari paparan polusi berlebihan

 

About ners_umkudus_12102018

Check Also

jadwal ners 2-7 maret 2026

hasil try out ukom

Laporan_Peserta_PFN_TO_07_Feb_2026_Universitas_Muhammadiyah_Kudus